HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 05/02/10, 15:54
Ini Dia Daftar Korupsi Gubernur Kalsel Versi Maksi Indonesia
Jumat, 05/02/10, 15:04
Maksi Indonesia Desak KPK dan SBY Periksa Gubernur Kalsel
Minggu, 24/01/10, 21:44
Sekawanan Maling Membobol Sekolah
Jumat, 18/12/09, 16:51
Nipu Uang CPNS Puluhan Juta, Guru SMP Dibekuk
Kamis, 17/12/09, 08:45
Adik Gubernur Pimpin Golkar
10 Menit Bisa Bersuara, Mesin & Sirine Tsunami Diprotes
Senin, 31 Juli 2006, 03:44:43 WIB

Rakyat Merdeka. Ketua RT 8 Kelurahan Malabero, Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Herman (42) mengeluhkan bantuan mesin dan sirine tsunami dari pemerintah Provinsi Bengkulu. Pasalnya, bantuan tersebut terkesan asal beri saja. Tidak melihat bagaimana kualitas dan cara pemanfaatannya.

Soalnya mesin merek Starke 2 PK (Power Kuda) buatan Cina itu sulit dihidupkan. Untuk menghidupkan dan memanaskan mesin setiap pagi membutuhkan waktu 5-10 menit.

''Kalau mau menghidupkan terpaksa kita berkali-kali menarik engkol (tali mesin) agar hidup. Waktunya bisa 5 -10 menit. Nah, kalau menghidupkan perlu waktu selama itu, tentu ini membahayakan. Bagaimana mau memberitahu ada tsunami kalau yang menghidupkan mesin itu sendiri sudah disapu tsunami,'' kritik Herman.

Dikatakan Herman yang juga ketua kelompok 'Nelayan Cinto Sesamo', warganya terdiri dari 62 KK sekitar 350 jiwa dengan jarak rumah dari bibir pantai sekitar 20 meter. Secara fisik mesin merek Starke ini memang baru. Tapi, secara kualitas belum tentu dijamin. Sebab, untuk menghidupkan terlebih dahulu harus dicok. "Kita juga harus menyiapkan BBM-nya yakni bensin harus dicampur oli sedikit. Kalau tidak seperti itu mesin tidak akan hidup,'' jelas Herman.

Sementara sirine peringatan tsunami yang diberikan kepada ketua-ketua RT juga tidak maksimal. Sebab, suara sirine terdengar hanya radius sekitar 15-20 meter.

"Saat simulasi tsunami beberapa hari lalu itu. Warga di ini tidak terdengar kalau sirine berbunyi. Kita baru membunyikan sirine setelah ada polisi memberi tahu. Nah, bagaimana kalau mau memberitahu dengan warga yang jauh. Kalau warga di sekitar sirine sendiri tidak tahu karena tak terdengar suaranya,'' ungkap Herman.

Saran Herman, dia meminta agar Pemprov meninjau ulang bantuan mesin dan sirine tersebut. Jika perlu mesin dan sirine tsunami diganti dengan yang lebih baik

"Ya, sirinenya paling tidak yang volume suaranya lebih besar. Mesinnya yang kuat lah. Jangan merepotkan warga lagi,'' demikian kata Herman yang mengaku saat ini sirine tsunami dipasang di atas atap (bubungan, red) rumahnya. ife/jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Koalisi Suku Bunga dan Rendahnya Permintaan Kredit
Kalau Mau Gugat, Cabut Dulu Dong SP3 Tan Kian
Siapa yang Berani Menyerang Singapura?

KINERJA TIFATUL SEMBIRING
Ngurusi RPP Penyadapan Nilainya Jeblok Jadi Enam