HOME | E-PAPER RAKYAT MERDEKA | INTERNASIONAL | RMBLITZ | RMEXPOSE | TENTANG KAMI | INDEKS
Jumat, 05/02/10, 15:54
Ini Dia Daftar Korupsi Gubernur Kalsel Versi Maksi Indonesia
Jumat, 05/02/10, 15:04
Maksi Indonesia Desak KPK dan SBY Periksa Gubernur Kalsel
Minggu, 24/01/10, 21:44
Sekawanan Maling Membobol Sekolah
Jumat, 18/12/09, 16:51
Nipu Uang CPNS Puluhan Juta, Guru SMP Dibekuk
Kamis, 17/12/09, 08:45
Adik Gubernur Pimpin Golkar
Dikatain Cilukba, Kapolwil Cirebon Nabok Cleaning Service
Senin, 31 Juli 2006, 05:31:41 WIB

Rakyat Merdeka. Kabar mengejutkan datang dari Yogya Grand Centre, di Jalan Karanggetas Kota Cirebon. Sabtu (29/7) malam lalu, seorang pegawai cleaning service Yogya Grand, Tarmudi (19), dilaporkan ditabok Kapolwil Cirebon Kombes Bambang Puji Raharjo.

Tarmudi yang warga Pesisir Kota Cirebon, dan bekerja di bawah naungan PT Cipta Resik, itu disebut-sebut dianiaya saat Bambang hendak menaiki lift, menuju Marina Resto yang berada di lantai empat Yogya Grand. Benarkah kabar ini? Minggu siang(30/7), Radar yang hendak mencari data di lokasi, sempat mengalami kesulitan.

Beberapa satpam, termasuk pegawai PT Cipta Resik sendiri, terkesan tutup mulut. Tarmudi juga tidak berhasil ditemui karena tidak masuk kerja. Namun, seorang pegawai cleaning service yang juga teman korban, mengatakan, dirinya sempat mendengar kalau Tarmudi menjadi korban kekerasan fisik yang dilakukan Kapolwil. "Kejadiannya saya tidak tahu persis karena saat itu saya ada di lantai dua, namun beberapa teman lainnya bilang kalau Tarmudi ditabokin," ujarnya, tanpa mau menyebut nama si penabok.

Hal senada juga dikatakan Koordinator Cleaning Service dari PT Cipta Resik, Kholik. Tetapi, Kholik menjelaskan persoalan itu sudah diselesaikan. "Saya memang tidak lihat langsung, tapi memang benar adanya. Kejadian itu sudah diselesaikan kok," ujarya pendek.
Di tempat yang sama, Nana, seorang petugas satpam setempat merasa kecewa setelah mendengar kejadian itu. "Polisi kan sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tapi kok sampai berbuat begitu," tuturnya sambil menggeleng-gelengkan kepala.

Lalu, bagaimana reaksi Kapolwil Bambang dengan kabar ini? Ketika dikonfirmasi Radar melalui telepon selularnya, Minggu (30/7) siang, Bambang langsung membantah jika dirinya telah melakukan penganiayaan tehadap Tarmudi. Namun, Bambang mengakui jika malam itu ia memang berada di lokasi.

Bambang lantas menceritakan semua kronologis kejadian tersebut. Menurutnya, malam itu sekitar pukul 21.15, dirinya bersama keluarga hendak makan malam di Marina Resto yang berada di lantai empat toserba tersebut. Saat akan menuju Marina Resto, Kapolwil sempat menunggu lama di depan pintu lift lantai bawah. "Waktu baru datang, saya cukup lama nunggu di depan pintu lift," ujar Bambang.

Tapi, kejengkelan Bambang mulai muncul saat setiap pintu lift terbuka, yang muncul selalu karyawan cleaning service dengan membawa beberapa benda seperti meja dan kursi. Bambang yang sebagai tamu, merasa seharusnya mendapatkan pelayanan, termasuk ketika akan menuju restoran itu.

"Di sana sepertinya tidak menjadikan tamu sebagai raja, artinya pelayanan harus optimal dong. Karena melihat kondisi seperti itu, saya coba tanya kepada pegawai yang dalam lift itu, siapa manajernya. Tapi pertanyaan saya malah dianggapnya guyonan. Boro-boro dijawab, pegawai itu malah mainan pintu lift, dengan cara buka tutup-buka tutup sambil ngeledek dengan berberkata "cilukbaaa" seperti anak kecil. Jangan kan saya, semua orang juga pasti akan tersinggung jika diperlakukan seperti itu," tegas Bambang, sembari menambahkan bahwa ia tidak melakukan kekerasan fisik terhadap pegawai tersebut. Yang ia lakukan hanyalah membentak Tarmudi.

"Siapa bilang saya pukul dia, kalau memang merasa dipukul, saya anjurkan untuk divisum dan buat laporan ke polisi. Yang pasti tidak ada kekerasan fisik di sana," ujarnya. rdh/jpnn


Baca juga:


Tidak ada komentar tentang artikel ini.

Isi formulir berikut ini untuk memberi komentar, mencetak naskah, dan mengirimkan kepada teman.

 
 

Koalisi Suku Bunga dan Rendahnya Permintaan Kredit
Kalau Mau Gugat, Cabut Dulu Dong SP3 Tan Kian
Siapa yang Berani Menyerang Singapura?

KINERJA TIFATUL SEMBIRING
Ngurusi RPP Penyadapan Nilainya Jeblok Jadi Enam